Tampilkan postingan dengan label rehat sejenak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rehat sejenak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Juli 2010

Hidup itu Perjuangan...


Bismillah…

Suatu keadaan dengan beraneka ragam perihal di dalamnya, itulah hidup. Yang tak pernah luput dari yang namanya masalah, itulah hidup. Yang selalu terdapat dua sisi yang berbeda dan bertolak belakang, itulah hidup.

Dan hidup itu sejatinya merupakan suatu proses menuju suatu hasil akhir yang telah ditargetkan oleh masing-masing individu. Suatu proses pembelajaran dan perjuangan. Suatu perjuangan yang hanya akan berakhir ketika hidup itu sendiri berakhir.

Sejak dilahirkan, seorang anak manusia telah memulai proses belajarnya. Belajar mengenal, beradaptasi, berbicara, makan, minum, dan sangat banyak hal yang harus dipelajari. Hingga belajar tentang hidup. Belajar mengetahui tentang bagaimana konsep kehidupan itu sebenarnya.

Setiap ‘proses pemebelajaran’ itu sangat berharga. Proses dari yang sebelumnya ‘tidak tau’ menjadi ‘tau’. Dari yang ‘tidak bisa’ menjadi ‘bisa’. Dari yang ‘tidak kenal’ menjadi ‘kenal’. Dari yang ‘tidak punya’ menjadi ‘punya’. Pada kesemua proses itulah letak keindahannya. Seni kehidupan.

Tapi yang kebanyakan berlaku saat ini adalah, orang-orang sudah tidak lagi memperhatikan proses itu. Tidak lagi menganggap proses itu penting. Sehingga semuanya sedikit demi sedikit diarahkan pada sesuatu yang sifatnya “instant”. Bagaimana tidak? Sekarang ini sulit menemukan sesuatu yang tidak berlabel “instant”. Bahkan sudah kian mencakup seluruh aspek kehidupan.

Ingin menjadi kaya, ingin menjadi terkenal, ingin disukai banyak orang, dan ingin ingin yang lainnya. Saat ini semua keinginan itu serasa mudah sekali diwujudkan, tentunya dengan menggunakan cara yang “instant”. Semuanya tak lagi disandarkan pada mulianya suatu perjuangan yang gigih. Padahal sesuatu yang didapat dengan perjuangan keras, akan sangat lebih bermakna dan sulit dilupakan. Berbeda dengan yang didapat secara instant.

Kalo semuanya sudah menyukai yang sifatnya “instant”, lalu dimana letak perjuangan hidupnya? Dimana letak seni kehidupannya?

*****
Tapi, begitupun pintarnya manusia, tetap masih ada yang lebih pintar, yaitu Sang Pemilik Kepintaran. Begitupun manusia ingin mewujudkan seluruhnyai dengan sesuatu yang instant, tapi tetap saja ada satu yang tak bisa diwujudkan secara instant.

Apa itu?

Al-Jannah… Karna Allah tak menerima suap. So, untuk mendapatkannya, kita tetap harus berjuang keras.

Hmmm…. Ternyata masih ada suatu seni kehidupan yang bisa diselamatkan dari yang namanya “instant”.

Baca selengkapnya, klik ajah disini ..

Selasa, 22 Desember 2009

Apakah Disiplin itu Suatu Hal yang Tidak Mungkin Diterapkan?

Disiplin. Satu kata yang memiliki makna yang sangat luas. Terkadang satu kata itu terdengar begitu menakutkan. Di sekolah-sekolah, di kantor-kantor, dan bahkan disemua tempat.


Di sekolah misalnya, guru-guru yang terkenal memiliki tingkat disiplin tinggi biasanya mendapat julukan “Guru Killer” dari murid-muridnya -pengalaman pribadi :D-. Di kantor-kantor juga tidak jauh berbeda. Sudah menjadi rahasia umum bila ada karyawan yang menjuluki si bos dengan sebutan “Bos Killer”, mungkin saking disiplinnya si bos makanya si anak buah ngasih penghargaan berupa julukan begitu. Ckckck…


Terkadang sikap disiplin dihubungkan dengan sikap otoriter, diktator dlsbg. Padahal maknanya sangat berbeda. Dan julukan-julukan “Killer” tersebut diatas lahir karena pemahaman yang salah tadi. Disiplin disama artikan dengan diktator ataupun otoriter. Inti dari pemahaman yang salah ini bisa digambarkan dengan satu kata yaitu Kejam. Jauh sekali bukan? Padahal disiplin itu sendiri bermakna, taat pada peraturan dan system yang telah ditetapkan, bukan berarti kejam.


Alhasil dari pemahaman yang salah ini, sosok guru dan atasan (bos) tidak lagi disegani dan dihormati, melainkan ditakuti. Padahal gambarannya ketika Si A menakuti Si B, itu hanya berlaku pada saat Si B berada di hadapan Si A. Tetapi di belakang, Si A bisa saja mengejek-ngejek Si B seenaknya. Karena yang ada adalah rasa takut, bukannya segan. Karena bila Si A segan terhadap Si B, di depan atau di belakang Si B pun, Si A tetap saja menyegani Si B, tetap menghormatinya.


Sekarang pertanyaan begini, apakah disiplin itu merupakan suatu hal yang tidak mungkin untuk diterapkan? Khususnya kepada diri kita pribadi terlebih dahulu. Disiplin dalam segala hal tentunya. Karena bila kita sudah terbiasa untuk disiplin, kita gak akan kaget lagi dengan orang lain yang memiliki disiplin yang tinggi. Kita juga gak akan kaget dengan peraturan-peraturan yang diterapkan dimanapun, kapan pun, oleh siapa pun, yang mana peraturan itu harus dipatuhi.


Jadi, sekarang yang harus kita lakukan adalah, menerapkan disiplin pada diri sendiri terlebih dahulu. Bila itu sudah sukses, maka selanjutnya kita bisa membiasakan disiplin itu di kalangan keluarga, masyarakat, dan alhamdulillah banget kalo suatu saat negara dan bangsa kita tercinta ini bisa menjadi Bangsa yang memiliki Disiplin Tinggi. Amiinn…


*btw, gimana ya kalo misalnya yang disiplin itu malah karyawannya, tapi bosnya malah gak ngerti system dan aturan? Hehe… Ada yang mau jawab???

Baca selengkapnya, klik ajah disini ..