Jumat, 05 Desember 2008

Ngecilin ukuran mp3

Buat yang pengen ngecilin ukuran mp3 tapi ga punya softwarenya gimana? Buat yang punya mp3 player ato hp yang support mp3 tapi memorynya kecil bgt, pastinya pengen donk memorynya bisa muat banyak file mp3. Kan asik tuh, memory kecil tp muat banyak. Bisa buat ngacangin temen2 (hehehe...)

Emang sih udah banyak banget beredar software2 buat ngecilin ukuran mp3 misalnya dBpower AMP music converter, mp3 cutter, n bla bla bla... Tp, mo beli ga ada duit, mo download cuma dikasih trial version doank, mo pinjem ma temen eh malah dikacangin, trs gmna donk?

Tenang, jgn keburu mewek dulu. Ikutin deh langkah2 ajaib ni.
Pertama2, kita cek dulu deh peralatan yang dibutuhin buat menyulap ukuran mp3nya, sbb:
1. Sound recorder (eitss.. ga blh boong n bilang ga pny, ni kan bawaannya windows coy)
2. Winamp (maca cih ga tau ma winamp? ni mksdnya mp3 playernya coy)

Wah.. udah sip nih. Peralatan udah lengkap, skrg tinggal nunggu detik2 proklamasi doank. Eh salah. Maksudnya detik2 penyulapan. Hehehe..

Oce deh.. ga usah banyak cingcong, lgsung aja ya kita mulai proses penyulapan. Konsentrasi lho, jgn mpe ada mantra yang ketinggalan.

Pertama2 buka dulu deh winampnya, dsini fungsinya sbg softwarenya. Mklum, kita kan ga pnya modal software yg lain ni critanya. Trs, jgn lupa matiin dulu repeat winampnya. Mksdnya biar winampnya ga cape bolak-balik muter lagu itu2 mulu. Trs masukin file mp3 yg mo dikecilin ukurannya ke dlm playlist winamp. Trs pencet tmbol ctrl+P di keyboard, mksdnya buat munculin winamp preferencenya.
Pada bagian tree view pilih plug-ins - output - doble klik pada Nullsoft DIsk Write plug-in bla..bla.. Trs output file location: tempatkan output filenya (file wav hasil konversi) misal di C:/ 
tekan ok - close - terus mainkan deh winampnya. Tunggu ampe winamp selesai menyulap file mp3 ke wav. Ahh.. ga lama kok. Biasanya satu lagu cuma beberapa detik doang. Kecuali winamp kamu lg erorr. Grrrr... Hehehe...

Nah, klo udh slesai berarti kita udah dapetin bentuk baru dari file mp3 td menjadi file wav. Eittss.. ni blon selesai lho. Tu baru lgkah pertama. Ukuran file wav msh gede bgt tuh coy. Skrg kita trusin lagi lgkah keduanya. Menyulap ato ngonversi file wav ke mp3 lg, tp dengan ukurannya yg lbh mini. Penasaran kan.. Lanjut yukkk...

Coba deh sound recordernya dibuka dulu skrg. Mmm.. Ga lupa kan tmpatnya dimna? (biasanya cih di start menu > all program > accesoris > entertainment). Itu yg biasanya. Tp klo komputer kmu2 luar biasa cih, aku ga tau dmna tmpat kmu nyelipinnya. hehe.. 

Buka file wav yg barusan kita dapet dgn cara file - open - cari deh dimana kmu naruh file wav td. Kalo lupa naruhnya, aku ga tanggung jawab deh. Cttn : cuma bisa buat ngebuka 1 file doank lho. Jgn dipaksain buat buka lbh dari 1 file, ntar jebol. Wakakakkk.. :D
Terus.. file - save as - klik tombol change
Bagian yg diubah :
format: PCM, Attributes: 8.000 kHz;8 Bit;Mono 7kb/sec 
menjadi >> 
format: MPEG layer 3, Attributes: 56 kBit/s,22,050 Hz, Stereo 6 kb/sec 

tekan ok kalo udah selesai 

file name: nama_file.wav —> ubah extensi wav ke mp3 misal menjadi nama_file.mp3 
save as type: sound(*.wav) —> ubah ke all files 

terakhir, tekan save ajah. Kelar deh.
gampang kan cara nyulap ukurannya. Klo udah selesai, bandingin deh ukuran file mp3 sebelum dan sesudah disulap. Beda jauh kan.

selamat menikmati ya...!!! ^_^





Baca selengkapnya, klik ajah disini ..

Minggu, 23 November 2008

Ternyata Tarsius Belum Punah


Beratnya hanya sekitar 50 gram sehingga tarsius kerdil (Tarsius pumilus) sering dikenal sebagai monyet terkecil dunia meski sesungguhnya bukan termasuk monyet. Makhluk langka dan eksotis yang diduga hanya tinggal tersisa di hutan-hutan Sulawesi Utara ternyata masih hidup di Sulawesi Tengah.Ada banyak lusinan ekspedisi untuk mencarinya, semuanya gagal. Sharon Gursky-Doyen, profesor antropologi dari Texas A&M University, AS merasa harus pergi dan berusaha melihat langsung apakah mereka benar-benar masih ada atau telah punah.

Usaha Gursky-Doyen membuahkan hasil setelah proposal ekspedisinya didanai National Geographic. Setelah menunggu selama dua bulan, para ilmuwan berhasil menjerat empat ekor tarsius di rimbunnya hutan Gunung Rore Katimbo yang termasuk dalam Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Tarsius tak ditemukan lagi di kawasan tersebut selama 80 tahun terakhir.

Satu di antaranya berhasil lolos dari jeratan. Sementara ketiganya kembali dilepaskan setelah dikalungi pemancar radio agar dapat dilacak pergerakannya. Tak mudah menangkap primata yang besarnya tak lebih dari segenggam tangan sehingga saat memasang alat pelacak tersebut, Gursky-Doyen sempat digigit salah satu tarsius.

Meski ukuran tubuhnya kecil, tarsius memiliki mata besar. Sosoknya dipakai sebagai salah satu karakter dalam film Gremlin tahun 1984. Hewan tersebut termasuk jenis nokturnal atau aktif malam hari dan memangsa serangga.

Tarsius kerdil tak lagi ditemukan di Sulteng sejak tahun 1921 meski masih ada sekitar 1800-an di Sulawesi Utara. Pada tahun 2000, seorang ilmuwan Indonesia tanpa sengaja menemukannya dalam keadaan mati terjerat dalam jebakan tikus. Namun, sejak saat itu tidak pernah ada yang melihatnya hidup-hidup di kawasan tersebut.

Tim yang dipimpin Gursky-Doyen melihat tarsius pertama kali pada Agustus 2008 pada ketinggian 2000 meter. Habitat yang membuatnya bertahan saat ini masih berupa hutan lebat yang berkabut dan sangat dingin.


Baca selengkapnya, klik ajah disini ..

Minggu, 16 November 2008

Selamat Tinggal Masa Lalu

Hmm... Udah lumayan lama nih aku ga nulis lagi disini. Soalnya akhir-akhir ini aku lagi sibuk menata hati dan diri setelah banyak melalui berbagai macam aral dan jerami yang mengusik ketenangan diri. Tapi kini ku ingin kembali pada kehidupan nyataku. Berjalan terus ke depan. Tanpa pernah lagi menengok ke belakang. 
Kali ini aku akan benar-benar mengucapkan "selamat tinggal pada masa lalu", dan "selamat datang pada kehidupan yang akan datang". Cukup sudah waktu yang kuhabiskan untuk memperbaiki kealpaan dan kesilapan di masa lalu. Kini ku harus berlari meninggalkan semua itu. Meninggalkan kepahitan kisah-kisah lalu. 

Kekuranganku adalah, aku ga bisa menganggap masalah sekecil apapun sebagai angin lalu. Selalu saja masalah-masalah itu membayang di dalam otakku dan membuatku harus berpikir keras hingga saraf-saraf otakku tegang dan aku pun jatuh sakit. Beberapa kali aku berkonsultasi pada dokter yang pernah mengoperasiku. Beliau bilang, aku ini adalah tipe orang yang sangat pemikir. Aku pun tersadar, ternyata aku benar-benar mewarisi sifat ayahku yang sangat pemikir dan selalu memendam sendiri setiap masalah yang dihadapinya. Bahkan sampai akhir hayatnya pun beliau masih memendam rasa sakit yang dideritanya.

Tanpa ku sadari pun, ternyata aku benar-benar mirip dengan ayahku. Aku juga selalu berusaha memendam sendiri apapun masalah, cobaan hidup dan beban hidup yang aku alami. Dan kemudian aku berusaha menyelesaikan sendiri semua masalah itu. Sangat berat bagiku untuk menceritakan ke orang lain tentang masalah yang aku hadapi. Karena aku sangat tidak mau membebani orang lain dengan masalahku apalagi sampai merepotkan orang lain jikalau aku meminta bantuannya untuk menyelesaikan masalahku. Aku sangat sungkan kepada orang lain.

Terkadang aku pun heran dengan pribadiku yang begini. Yang menuntut aku harus selalu kuat dan lebih kuat agar tidak menyusahkan orang lain. Walaupun dalam keadaanku yang paling sakit sekalipun, aku masih enggan menceritakan tentang rasa sakitku kepada semisal temanku. Bahkan aku pun tak tega menceritakannya kepada ibuku. Aku rasa, jika aku menceritakan semua penderitaanku pada ibuku, aku hanya akan semakin menambah bebannya. Aku hanya akan semakin menambah pikirannya. Dan aku takut beliau malah jatuh sakit karena memikirkan aku yang jauh darinya. Aku ga mau itu semua terjadi. Jadi aku putuskan untuk tetap diam.

Satu-satunya tempatku mengadu hanyalah pada Allah Ta'ala. Hanya kepada-Nya lah aku tidak segan menceritakan apapun masalah yang sedang menimpaku. Apapun itu. Bahkan aku selalu menangis dalam setiap doa dan kepasrahanku pada-Nya.

Akhir-akhir ini kondisi kesehatanku semakin memburuk. Aku sering sekali mengalami pendarahan dari hidungku. Semula aku kira ini adalah mimisan biasa. Tapi ternyata bukan. Setelah aku berkonsultasi lagi dengan dokterku, beliau bilang ini adalah efek dari ketegangan saraf otakku akibat terlalu keras berpikir. Aku tersentak mendengarnya. Ternyata semua jauh diluar dugaanku. Hatiku gerimis mendengar ucapan dokter tersebut. Aku tak tau lagi apa yang harus ku lakukan.

Memang akhir-akhir ini aku merasakan perubahan yang sangat signifikan pada kesehatanku. Setiap malam menjelang tidur, aku selalu merasakan kesakitan yang luar biasa di kepalaku. Rasanya sangat sakit hingga aku rasa tak mampu menahan rasa sakitnya. Sangat sakit. Aku tak tau mengapa bisa begini. Terakhir kemaren malam menjelang tidur, hidungku kembali mengeluarkan darah segar yang terus menerus merembes. Kurasakan dingin mengalir melewati rongga hidungku. Kepalaku pun terasa hanyut. Secepat mungkin kuambil tissue dan kemudian ku seka darah itu perlahan. Jantungku bergetar melihat sobekan-sobekan tissue penuh darah itu. Terapiku hanyalah mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang ditartilkan oleh Qori melalui sebuah kaset tape milik ayahku. Juga dengan mendendangkan surat Yaasiin yang sangat aku sukai untuk membacanya berulang-ulang.

Namun hari ini kukatakan pada diriku sendiri, aku harus tinggalkan semua kekacauan ini. Tepatnya aku harus berlari menuju dunia yang bisa memberikan sedikit kebahagiaan untukku. Bukan hanya kesedihan, kesakitan, dan penderitaan. Aku benar-benar ingin berlalu pergi meninggalkan semua kegundahan yang membuatku sakit. Aku ingin bangkit menjadi manusia baru yang bisa tersenyum lepas dan bebas meraih kebahagiaan. Sekali lagi kukatakan, "Selamat tinggal masa lalu beserta semua orang-orang yang telah menorehkan kesakitanku". Aku akan pergi berlalu meninggalkan cerita kalian semua.


Baca selengkapnya, klik ajah disini ..