Sabtu, 10 Juli 2010
Umur nambah, moga kefaqihan juga nambah^^
Permalink | 18 komentar |
Jumat, 18 Juni 2010
Tahaddu Tahabbu
Bismillah…
Kebetulan ada salah satu anak didik yang ultah kemaren. Untung ga lupa masang alarm pengingatnya di handphone. So, pagi-pagi udah nge-sms-in si adek sekedar buat ngucapin “met milaad” plus seuntai do’a dan harapan semoga menjadi anak yang berakhlak mulia, dan membanggakan keluarga, bangsa serta agama.
Hari ulang tahun tentu saja menjadi hari yang istimewa bagi setiap diri. Istimewa disini bukan berarti harus merayakan dengan sangat mewah atau yang gimana-gimana. Tapi maksudnya, sesederhana apapun itu, tentu memiliki kesan tersendiri bagi yang sedang berulang tahun. Bahkan tanpa dirayakan sekalipun, hari ulang tahun tetap berkesan bagi yang sedang berulang tahun. Karna dengan bertambahnya usia, banyak hal yang telah dilewati, banyak pula pelajaran-pelajaran yang bisa diambil. Renungan diri, mengevaluasi kembali tahun-tahun yang telah lalu, guna perbaikan-perbaikan pada masa yang akan datang.
Sejatinya, setiap manusia itu sangat senang diperhatikan atau mendapat perhatian. Betul??? Terlepas dia itu seorang akhwat ataupun ikhwan. Yang membedakan hanyalah kadarnya saja, senang, sangat senang, atau sangat amat senang bila mendapat perhatian dari orang lain. Yang pastinya, tidak ada yang tidak senang.
Pertanyaannya, sudahkah kita memberikan perhatian kita yang tulus kepada sekeliling kita, dari hal-hal yang kecil sekalipun? Apa kita sudah tau kapan tanggal ulang tahun seluruh anggota keluarga, tetangga sebelah rumah, adik kelas, teman pas sekolah, sahabat pena, teman sekantor, bahkan atasan kita? Atau kapan ulang tahun pernikahan ibu kost, senior di tempat kerja, atau guru kita dulu?
Mungkin masih banyak yang kita belum tau. Padahal ini adalah salah satu hal penting yang sering terlupakan. Mengapa penting? Karna ini salah satu cara untuk mempererat tali persaudaraan. Dengan kita sekedar mengucapkan “selamat…”, maka kita telah memberikan perhatian kepada orang lain. Lebih bagus lagi bila sembari memberikan hadiah kecil yang akan sangat berarti bagi yang menerimanya. Karna mungkin saja yang bersangkutan sangat tidak menduga akan mendapatkan ucapan selamat dan hadiah kecil dari kita. Bukan dinilai dari berapa harganya, tapi dilihat perhatian tulus yang telah diberikan. Itulah intinya.
Memberikan hadiah juga merupakan salah satu perekat jiwa. Jadi teringat sebuah hadist nabi saw, tahaadu tahabbu. Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai. Nah, bukankah ini sangat bagus bila digunakan sebagai media dalam kita menyampaikan rasa cinta kita kepada orang tua, sanak saudara, tetangga, guru, sahabat, dan yang lainnya. Dan cinta yang dimaksud disini adalah cinta dalam arti luas. Bukan rasa cinta seperti yang marak terjadi saat ini, antara dua sejoli yang tengah dimabuk cinta hingga memutuskan untuk berpacaran, bergandengan tangan, dan ber..ber.. yang lainnya, padahal kesemuanya belum lah lagi halal baginya.
Dewasa ini seakan-akan segala hal telah tergantikan fungsinya dengan uang. Tak terkecuali dalam hal perhatian dan kasih sayang. Maka bermunculanlah istilah-istilah “anak kurang perhatian”, “anak broken home”, dll. Kehidupan di dalam keluarga jadi tidak harmonis, tidak betah di rumah, orang tua sibuk mencari uang terus, anak pun sibuk mencari kesenangan dan perhatian di luar rumah, karna hal tersebut tidak didapatnya dari dalam rumah. Na’udzubillahi min dzalik.
Sederhananya, semua ketidakharmonisan, ketidak akraban, ketidak selarasan, dan ketidaknyamanan-ketidaknyamanan lainnya karna kurangnya kita dalam memberikan perhatian kepada sekeliling kita. Karna kesenangan dan kebahagiaan itu tak hanya didapat dari limpahan uang saja, tapi sebuah perhatian yang tulus memiliki nilai yang jauh lebih berharga dari sekedar kemilau uang dan harta.
Again n again… Mulailah dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulailah dari sekarang. *buruan didata deh tanggal ultah kluarga dan orang sekampung, trus dimasukin deh di pengingat hp…xixixi*
n/b : kalo udah ngasih perhatian yang tulus ke orang lain, tapi ga dapat balasan yang sama, janganlah bersedih. itu hal biasa. manusia itu kan sukanya dikasih, bukannya terimakasih :-). niatkan segala sesuatunya sebagai ibadah. belajar ikhlas. insya Allah jadi ladang amal sholeh yang tiada habisnya. jadilah layaknya matahari yang menyinari bumi tanpa pernah mengharapkan imbalan. hanya memberi tak harap kembali. smangatttt...^^
Permalink | 3 komentar |
Kamis, 09 Juli 2009
No idea. No word. But I still write… Don't know why
No idea. No word. But still write. Ya. Hari ini tidak ada kata yang terucap. Tidak ada ide yang seperti biasa saya tuangkan dalam tulisan. Tapi saya masih tetap saja menulis. Entah apa yang akan saya tulis selepas ini.
Tak terasa waktu kian berlalu mengitari kehidupan ini. Tak tau harus berkata apa di pagi buta ini. Tapi, hanya sedikit lisan yang masih terbersit di benak saya. Dan hanya sedikit lisan itulah yang bisa saya katakan hari ini. Tahniah. Tahniah for my self. Tahniah kerana tepat hari ini waktumu didunia ini berkurang lagi.
Terangkai berbagai doa dan salam sejahtera dari beberapa insan yang telah mendahului saya mengucapkan tahniah untuk diri saya. Kata selamat hari jadi pun terlontar dari keluarga kecil saya. Namun saya tak tau harus bagaimana. Mungkin yang pertama kali adalah harus bersenang. Kerana masih diberi kesempatan oleh Allah untuk menghirup udara dunia ini sampai hari ini. Masih diberi segala nikmat dan rahmat kehidupan. Dan bersyukur atas sejuta keberkahan yang didatangkanNya pada kehidupan saya sekeluarga.
Selanjutnya mungkin patutlah bagi saya untuk bertanya pada diri sendiri. Telahkah saya melalukan sesuatu yang berguna bagi orang lain? Yang dapat mendatangkan secercah kebaikan bagi orang lain? Perih rasanya bila dalam segenap usia ini belum ada manfaat yang saya tebarkan bagi orang lain.
Firstly, saya ingin mengucapkan syukur alhamdulillah pada Allah atas semua keberlakuanNya pada kehidupan saya ini. Then, jazakumullahu khoir katsira for my parent. Ibu dan almarhum ayah yang sangat saya sayangi. Dua insan yang luar biasa. Smoga Allah meninggikan derajat keduanya. Then, jazakumullaku khoir katsira untuk sodara-sodara saya yang dengan lapang dada telah menerima segala kekerasan fikir, sikap serta silaf saya. Yang kesemua itu tak lah saya maksudkan untuk kepelikan, hanyalah demi kemaslahatan kita bersama. Dan selanjutnya namun tak kalah penting, I want to say thank you so much n very much to all of you. All of my friend anywhere. Jazakumullahu khoir katsira untuk teman-teman, sobat-sobat, sahabat-sahabat, dan siapapun yang menganggap saya sebagai teman. Jazakumullah atas semua doa, dukungan, kritik dan saran, pelajaran, ilmu dan semuanya.
Dan akhirnya saya hanya dapat mengucap kata maaf yang sebesar-besarnya kepada semua yang bila merasa pernah atau telah saya sakiti. Mohon maaf bila ada keliru dan silaf kata serta sikap dari saya. Kerana kata maaf dari antum semua akan melapangkan hati dan dada saya saat ini. Dan bila nafaspun terjemput kala ini, insya Allah akan dapat lebih tenang -tapi kalo bisa jangan dulu :D-. Sekian sekelumit coretan di pagi buta ini. Semoga lain waktu kita masih dapat bersua walau hanya lewat tulisan :).
Permalink | 12 komentar |
Label: B'day, berbagi, catatan, lyric hati
Selasa, 23 September 2008
Happy Birthday Papa
Permalink | 1 komentar |
Label: B'day


