Kamis, 22 Juli 2010
Senyumnya itu…. Manis sekali….
Permalink | 24 komentar |
Label: catatan, lyric hati
Rabu, 30 Juni 2010
Tentang hati….
Hati itu bisa menjadi sangat keras. Ketika kearoganan telah merajainya.
Hati itu bisa menjadi sangat hitam dan pekat. Ketika kemaksiatan telah menutupinya.
Hati itu bisa menjadi sangat lemah. Ketika kemalasan telah membelenggunya.
Hati itu bisa menjadi sangat rapuh. Ketika kesedihan telah memenuhi setiap sudut ruangnya.
Hati itu bisa menjadi sangat hancur. Ketika yang terjadi tidak sesuai yang diinginkannya.
Lalu… ia akan semakin menjadi terpuruk dan binasa…
******
“Allahumma inni a’udzubika minnal hammi wal hazan. wa a’udzubika minal ajzi wal kasal”
Ya Allah… Aku berlindung padaMu dari kebinasaan hati. Kini dan nanti. Keluarkanlah ianya dari benak dan hatiku. Gantikanlah kesemuanya dengan indahnya mencintai-Mu. Amiiinnn…
Baca selengkapnya, klik ajah disini ..Permalink | 11 komentar |
Label: catatan, embun kehidupan, lyric hati, spirit, story
Kamis, 09 Juli 2009
No idea. No word. But I still write… Don't know why
No idea. No word. But still write. Ya. Hari ini tidak ada kata yang terucap. Tidak ada ide yang seperti biasa saya tuangkan dalam tulisan. Tapi saya masih tetap saja menulis. Entah apa yang akan saya tulis selepas ini.
Tak terasa waktu kian berlalu mengitari kehidupan ini. Tak tau harus berkata apa di pagi buta ini. Tapi, hanya sedikit lisan yang masih terbersit di benak saya. Dan hanya sedikit lisan itulah yang bisa saya katakan hari ini. Tahniah. Tahniah for my self. Tahniah kerana tepat hari ini waktumu didunia ini berkurang lagi.
Terangkai berbagai doa dan salam sejahtera dari beberapa insan yang telah mendahului saya mengucapkan tahniah untuk diri saya. Kata selamat hari jadi pun terlontar dari keluarga kecil saya. Namun saya tak tau harus bagaimana. Mungkin yang pertama kali adalah harus bersenang. Kerana masih diberi kesempatan oleh Allah untuk menghirup udara dunia ini sampai hari ini. Masih diberi segala nikmat dan rahmat kehidupan. Dan bersyukur atas sejuta keberkahan yang didatangkanNya pada kehidupan saya sekeluarga.
Selanjutnya mungkin patutlah bagi saya untuk bertanya pada diri sendiri. Telahkah saya melalukan sesuatu yang berguna bagi orang lain? Yang dapat mendatangkan secercah kebaikan bagi orang lain? Perih rasanya bila dalam segenap usia ini belum ada manfaat yang saya tebarkan bagi orang lain.
Firstly, saya ingin mengucapkan syukur alhamdulillah pada Allah atas semua keberlakuanNya pada kehidupan saya ini. Then, jazakumullahu khoir katsira for my parent. Ibu dan almarhum ayah yang sangat saya sayangi. Dua insan yang luar biasa. Smoga Allah meninggikan derajat keduanya. Then, jazakumullaku khoir katsira untuk sodara-sodara saya yang dengan lapang dada telah menerima segala kekerasan fikir, sikap serta silaf saya. Yang kesemua itu tak lah saya maksudkan untuk kepelikan, hanyalah demi kemaslahatan kita bersama. Dan selanjutnya namun tak kalah penting, I want to say thank you so much n very much to all of you. All of my friend anywhere. Jazakumullahu khoir katsira untuk teman-teman, sobat-sobat, sahabat-sahabat, dan siapapun yang menganggap saya sebagai teman. Jazakumullah atas semua doa, dukungan, kritik dan saran, pelajaran, ilmu dan semuanya.
Dan akhirnya saya hanya dapat mengucap kata maaf yang sebesar-besarnya kepada semua yang bila merasa pernah atau telah saya sakiti. Mohon maaf bila ada keliru dan silaf kata serta sikap dari saya. Kerana kata maaf dari antum semua akan melapangkan hati dan dada saya saat ini. Dan bila nafaspun terjemput kala ini, insya Allah akan dapat lebih tenang -tapi kalo bisa jangan dulu :D-. Sekian sekelumit coretan di pagi buta ini. Semoga lain waktu kita masih dapat bersua walau hanya lewat tulisan :).
Permalink | 12 komentar |
Label: B'day, berbagi, catatan, lyric hati
Sabtu, 18 Oktober 2008
Hapuskan luka
Pergi...
Menjauhlah dari hidupku
Bawa semua kata bualanmu
Juga semua tipu daya dan janji palsumu
Ku takkan hiraukanmu lagi
Jangan pernah kau menoleh ke arahku lagi
Aku sungguh tak peduli
Menjauh...
Lanjutkan perjalanan khayalmu
Ku takkan menghentikan langkahmu
Tuk tautkan kembali muslihatmu pada jiwa-jiwa yang baru
Hingga suatu saat kau lelah berpetualang tanpa makna
Hanya menghabiskan usia tiada guna
Menyiakan yang harusnya dihargai
Akhiri...
Semua kenangan tak bernyawa
Perjalanan hidup penuh luka
Binar cahaya jiwa meredup karena duka
Kebencian menyelimuti sukma
Hikayat ingkar mendera kasih
Merenggut murni talian jiwa
Permalink | 1 komentar |
Label: lyric hati
Asa dan Onak
Membakar asa yang telah susah payah kuraih
Benakku...
Kosong berselimut kehampaan
Tercabik rangkaian onak
Menembus hasratku tuk bangkit
Teguhku...
Lunglai tanpa kekuatan
Hilangkan inginku tuk berkreasi
Hempaskan kembali aku kedalam kehancuran
Sadarku...
Nyaris tak dapat ku kuasai
Terbang membahana jauh ke ujung samudra
Sulit tuk mengembalikan keagungan diri
Sendiri...
Kurasakan pahit getir ini
Kulinangkan semburat jiwa
Belenggu hitam hanyutkan asa
Permalink | 1 komentar |
Label: lyric hati
Jumat, 17 Oktober 2008
Transisi Hidup
Satu hari yang kan menutup sejuta kisah
Mengakhiri semua kepedihan lirih
Kuingin berlari sejauh mungkin
Mencengkeram tirai menyibak duka
Asa akan penghabisan getir jiwa
* * * * *
Transisi hidup penggambar duka
Akankah ini akhir langkahku
Terjerembab ke dalam kesedihan yg ku tak tau
Mengapa aku begini?
Mengapa kurasakan jiwaku penuh jerami?
Aku tak mampu fahami semua ini
Permalink | 0 komentar |
Label: lyric hati
Kamis, 16 Oktober 2008
Mimpi yang pulang
Yang datang merebut seri bunga cintamu
Dia yang mana..
Yang mampu mengalihkan rasa setiamu
Tidak kuduga semua terjadi
Kau telah ingkar janji
Ludah siapa..
Yang manis bermadu dulu mengukir janji
Sumpah siapa..
Yang telah terucap dulu sehidup semati
Lenyaplah sudah janji-janji itu
Hilang terbawa di angin lalu
Kini engkau telah pergi
Aku sendiri berteman sunyi
Semoga derita ini
Takkan terjadi kedua kali
Hasratku terbang jauh melayang
Mimpi yang indah kini telah hilang
Permalink | 0 komentar |
Label: lyric hati
Tirani Diri
Di keheningan malam yang kian menyusup
Bertabur bintang cerahkan naluri
Di sudut ruang kosong nun jauh disana
Kudapati suatu pengharapan akan sebuah arti
Makna terasa mencercah setiap titik perih
Dalam hening tersirat berjuta ungkapan
Merenggut seri bunga cinta
Ikrar suci yang terhempas riak keingkaran
Kuingin berlari mengejar seberkah cahaya itu
Tuk membangkitkan kembali seluruh asaku
Terbangkan tirani yang menyekat diri
Menggapai embun hanyutkan lara
Permalink | 1 komentar |
Label: lyric hati
Rabu, 15 Oktober 2008
Derma seri penuh erti
Lyric-lyric itu lagi yang kembali kudengar
Seraya petir menyambar urat nadi
Kesakitan menyisir segenap sanubari
Kapan waktu akan berakhir
Menggantikan isak tangis dengan riang tawa bahagia
Apakah kebahagiaan itu masih ada?
Diantara berjuta kemelut jiwa yang menderma
Apakah seri bisa kembali melengkapi erti
Berbalut riak memenuhi gurat wajah
Permalink | 1 komentar |
Label: lyric hati
Rabu, 03 September 2008
Jauh Kau Pergi
Antara kita kini tinggal kenangan
Ingin kulupakan semua tentang dirimu
Namun tak lagi kan seperti dirimu oh kekasih
Jauh kau pergi meninggalkan diriku
Disini aku merindukan dirimu
Kini kucoba mencari penggantimu
Permalink | 0 komentar |
Label: lyric hati
Selasa, 02 September 2008
Semua Menghilang
Duniaku berlalu penuh misteri
Begitu banyak cerita tanpa kata
Hingga terbersit seribu tanya
Betapa suci keagungan ilahi
Dan impianku pun menghilang
Dan kasihku pun menghilang
Dan alur ceritaku pun menghilang
Dan sahabatku pun menghilang
Tergantikan dengan kesucian tragedi
Yang menghentakkan setiap nafas nadi
Menjadi suatu kenyataan hakiki
Yang terukir abadi dalam suratan illahi robbi
Wahai sahabat illahi robbi
Wahai kekasih illahi robbi
Tunjukkanlah ketulusan hati suci
Hingga menjadi keterpanaan abadi
Yang kan selalu terlihat walau terhalang tirani
Menembus tirai duniawi dengan mata hati
Jangan pernah ada kemunafikan
Jangan pernah ada kesemuan
Tampakkanlah asa kejujuran
Di atas segala ketertutupan hati
Pada-Mu lah illahi robbi kami kembali
Permalink | 0 komentar |
Label: lyric hati
Jumat, 08 Agustus 2008
Semua Tentang Kita
Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati
Ada cerita tentang aku dan dia
Saat kita bersama
Saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berdua
Saat kita tertawa
Teringat disaat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita...
* * * * *
Wah.. Bagus banget kan lyric lagu ini ^_^
Permalink | 0 komentar |
Label: lyric hati
Kedamaian Mimpi
Kututup mata dan telingaku dari semua yang ada di depanku
Kubiarkan mereka bertindak apapun yang mereka suka
Kutetapkan langkahku menuju kedamaian yang sunyi
Kuingat selalu petuah lama yang telah menuntun hidupku
Tak terkira besarnya cobaan yang harus kulalui
Tak terhingga tetes air mata yang telah jatuh membasuh lukaku
Tak terduga godaan hidup yang terus datang silih berganti
Tapi tak akan dapat mengusik diamku dalam rasa yang tersia
Kini ku akan terus melangkahkan kaki
Menuju kehidupan yang kekal abadi
Hingga tiada lagi yang berani menyakiti
Ku akan terus melangkah sendiri hingga akhir nadi
Selamat datang wahai peri alam mimpi
Tunggulah kedatanganku di singgasanamu
Aku akan datang menemuimu di kerajaanmu
Membawa segenap mimpi yang akan terus abadi
Permalink | 0 komentar |
Label: lyric hati
Rabu, 06 Agustus 2008
Indah
Kutapaki jalan sepi ini
Dengan denting waktu yang kian larut
Terbuai oleh usia yang kian merenta
Tanpa suatu kepastian makna
Seberkas cahaya kian memudar
Menghabiskan setiap titik kenangan
Cerita indah diantara berjuta kemelut
Tetesan kasih membelai sukma yang kalut
Tinggalah sebias harapan semu
Mencabik ke dalam relung jiwa
Membangkitkan kesadaran hati yang terlupa
Kehidupan layaknya anugerah yang indah tiada tara
Perlahan bias sinar rembulan mulai menyeruak
Menyibakkan segala keraguan di hati
Mengisyaratkan untuk terus berdiri tegak
Menantang kerikil terjal kehidupan yang tajam bak belati
Majulah terus sang pembawa bendera kemenangan
Tegakkan kekuatanmu menuju jiwa sucimu
Permalink | 0 komentar |
Label: lyric hati
Minggu, 13 Juli 2008
a hard life
Sekarang satu tujuan hidupku itu yang harus bisa aku wujudkan dengan sempurna. Tujuan hidup yang lebih tepatnya disebut sebagai kebulatan tekad untuk melakukan suatu hal yang bisa berguna demi keluargaku. Sekarang pikiranku hanya akan tertuju pada tujuanku itu. Ga akan ada yang lain. Aku harus bisa fokus. Aku ga akan peduli lagi dengan semua orang yang hanya bisa menyakiti dan mencemooh aku. Yang hanya bisa mengolok dan mengejek kehidupanku. Aku ga butuh apapun dari mereka. Toh aku sekarang hidup dengan berpijak di kakiku sendiri. Aku tidak hidup dari belas kasihan ataupun sedekah dari merekan semua. Aku bekerja keras mengeluarkan setiap titik keringatku untuk menyambung kehidupanku. Mereka ga punya andil dalam hidupku. Mereka hanya orang luar yang selalu dan selalu menghujamkan rasa sakit untukku. Hanya rasa sakit. Yang membuatku selalu jatuh dan terjatuh lagi. Aku sangat sulit untuk bangkit. Aku telah mencoba untuk melupakan rasa sakit karena mereka. Berkali-kali aku belajar untuk mengoreksi diriku. Kemudian aku dengan susah payah bangkit lagi. Tapi lagi-lagi mereka kembali menyakitiku. Hari ini juga. Dan aku hanyalah manusia biasa yang memiliki batas kemampuan untuk menahan rasa sakit. Dan sekarang adalah puncak dari kesakitanku. Jadi aku harus mengambil tindakan yang tegas untuk mengakhiri kesakitan ini.
Dan sekarang aku putuskan untuk mengakhiri semua ini. Aku akan pergi menjauh dan menghindar dari mereka semua. Aku benar-benar akan pergi jauh. Tanpa mempedulikan apapun lagi. Aku telah memutuskan untuk menutup diri dari semua pergaulan luar ini. Sekarang aku hanya akan mengerjakan segala sesuatu yang bermanfaat untuk keluargaku. Temanku di kantor sekarang hanyalah komputer dan internet. Aku akan berdiam diri mendengarkan apapun yang mereka mau hujatkan kepadaku. Aku tidak akan mengklarifikasi apapun. Aku tidak akan berbicara apapun. Karena semua itu ga ada gunanya. Mereka ga akan pernah mengerti apa yang sebenarnya aku alami dalam kehidupanku. Mereka ga akan tau seberapa besar beban hidupku. Mereka ga akan mengerti apa itu rasa sakit. Karena mereka ga pernah merasakan sakit. Karena mereka ga pernah merasakan kesukaran hidup. Jadi aku sudah tidak peduli lagi apapun yang akan mereka lakukan terhadapku. Hatiku telah aku tutup rapat-rapat untuk mereka. Ga ada lagi celah sedikitpun untuk mereka. Hatiku telah hancur untuk mereka.
Berulang kali aku terpikir untuk berhenti bekerja dari tempat kerjaku yang sekarang. Kadang aku merasa sudah sangat tidak kuat dengan lingkungan kerja yang sangat memojokkanku ini. Yang mungkin sangat tidak menginginkan kehadiranku disini. Tapi, untuk yang kesekian kalinya lagi, aku kembali teringat dengan keadaan keluargaku yang sangat menjadikanku sebagai tulang punggung mereka. Aku kembali meneteskan air mataku. Sedikit kekuatan dan semangat kembali berkobar di dalam jiwaku. Membuatku kembali merasakan bahwa aku harus terus kuat dan bertahan apapun keadaannya. Sekarang aku akan menutup mata dan telingaku dari mereka semua. Aku akan terus bertahan disini hingga aku mendapatkan perkerjaan baru yang bisa menyambung kehidupanku dan keluargaku. Yaa... Emang itu yang harus aku lakukan sekarang. Semoga suatu saat aku bisa menemukan hikmah dan hidayah dari semua kepahitan dan kesakitan hidup yang aku alami ini. Aku tau, kehidupan dunia ini hanyalah sementara. Tak usah aku memikirkan dan mengharapkan kebahagiaan yang hanya sesaat ini. Aku harus lebih fokus untuk mendapatkan kebahagiaan kekal di akhirat kelak. Dengan semua kesukaran dan kerja keras di dunia ini. Aku ingin bahagia bersama dengan kedua orangtuaku kelak di akhirat. Aku sangat menginginkan itu. Jadi sekarang aku harus bekerja keras untuk mewujudkan impianku itu. Dngan tanpa mempedulikan rasa sakitku lagi. Dengan tanpa mengindahkan seberapa dalam luka yang harus aku rasakan.
Puji syukur padamu Ya Allah. Yang masih memberikanku nafas kehidupan dunia yang fana ini. Agar aku bisa mengabdiakan diriku pada-Mu dan pada keluargaku. Sekarang tolonglah beri aku tambahan kekuatan Ya Allah. Agar aku menjadi makhluk-Mu yang sangat tegar. Jangan biarkan air mataku terus menetes. Kuatkan hati dan keyakinanku.
Tuhan..
Pada-Mu kuserahkan kehidupanku
Pada-Mu kuserahkan kebahagiaanku
Pada-Mu kuserahkan jiwaku
Pada-Mu kuserahkan segenap doaku
Tuhan..
Tolong ulurkan bantuan-Mu
Tolong tunjukkan jalan-Mu
Tolong terangi hatiku
Tolong perlihatkan kekhilafanku
Tuhan..
Kasihilah kedua orangtuaku
Kasihilah seluruh keluargaku
Kasihilah teman2 dan sahabat2ku
Kasihilah mereka yang telah menyakitiku
Tuhan..
Peliharalah nama baik keluargaku
Peliharalah keimananku
Peliharalah ketegaranku
Peliharalah kehidupan akhiratku
Tuhan..
Bukakanlah pintu ampunan-Mu
Bukakanlah hati orang2 yang membuatku menangis
Bukakanlah selebar-lebarnya pintu surga-Mu untuk kedua orangtuaku
Bukakanlah belenggu kebencian dalam hatiku
Jadikanlah kami umat yang Engkau cintai dan kasihi
Amiiinnn....
Permalink | 1 komentar |
Label: lyric hati
Jumat, 11 Juli 2008
Fajar Kelam
Ternyata malam panjangku belum berakhir sampai aku menutup kembali mataku td. Ternyata kisahku masih berlanjut. Ternyata ga seindah yang aku rasakan sebelumnya. Fajar menyongsong dengan sangat kelam di awal usiaku. Subuh yang sangat menyedihkan. Subuh yang sangat menguras air mataku. Aku ga menyangka di awal usiaku harus aku lewati dengan menangis. Ya Allah, tunjukkan maksud dr semua ini? Ya Allah, bawalah aku pergi ke tempat yang sangat jauh. Kalau perlu, bawalah aku ke tempat ayahku. Mungkin aku akan mendapatkan ketenangan di sana. Kenapa dia begitu tega mengeluarkan kata-kata yang sangat menyayat hatiku? Apa dia belum puas menghancurkanku? Ya Allah kuatkanlah aku..
Biarlah semua orang diluar sana menganggap aku yang salah. Biarlah mereka tertawa bahagia dengan apa yang mereka perbuat. Sekarang tujuan hidupku hanya satu. Aku hanya ingin membanggakan kedua orang tuaku dan juga keluargaku. Terserah apapun yang akan mereka lakukan terhadapku. Seberapa jauh mereka berhasil menyakitiku. Seberapa sanggup mereka menyiksa hati dan perasaanku. Aku akan turutkan semua mau mereka. Dan aku akan trus bertahan disini. Demi keluargaku. Ya, hanya demi keluargaku. Hanya itu tujuan hidupku. Aku akan bekerja keras demi keluargaku. Aku akan bekerja mati-matia untuk menghidupi keluargaku. Aku ga akan lg memikirkan diriku. Aku akan mengabdikan diriku sepenuhnya untuk keluargaku. Ya Allah... Berikanlah aku kekuatan untuk membahagiakan keluargaku... SEMANGATTTT YULIII...
10 Juli 2008. Bener-bener hari yg penuh dengan campur aduk rasa. Kebahagiaan dan kesakitan. Kepedihan dan keharuan. Kecintaan dan kebenciaan. Keputus asaan dan semangat untuk memulai hari yang baru. Ya Allah, benar-benar sempurna Engkau menciptakan hari ini untukku. Terima kasih Ya Allah...
Tuhan....
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir
Tuhan.....
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati Mu
Agar kerinduanku terhadap - Mu semakin menjadi
Tuhan.......
Jika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencinatai - Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada - Mu
Tuhan......
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada - Mu
Tuhan....
Ketika aku berucap aku cinta pada - Mu
Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada - Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena - Mu
Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah apa - apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu yg biasa
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah beratti
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya
Permalink | 0 komentar |
Label: lyric hati
Sabtu, 28 Juni 2008
The Tears
Permalink | 1 komentar |
Label: lyric hati







