Sabtu, 13 Juni 2009

Belajar Ikhlas Bareng Yuk!


Pertama-tama saya ingin sedikit bertanya pada teman-teman semuanya. Ikhlas? Ikhlas apaan sih? -apa sejenis makanan? wkwkwk...-. Mungkin banyak sekali persepsi dan pendapat berbeda mengenai definisi ikhlas tersebut di atas. Hmm... Baiklah. Disini saya tidak ingin memperdebatkan tentang perbedaan pendapat -karena bagi saya, berbeda pendapat itu adalah suatu hal yang wajar-. Tapi saya ingin mengajak teman-teman semua untuk sama-sama belajar tentang yang namanya ikhlas -karena saya sendiri masih harus belajar banyak dari sobat sekalian, hehe-.

Are you ready to start learn with me? Good… :)

Ok, sudah saatnya untuk serius. Pernah saya bertanya pada diri saya sendiri, sebenarnya ikhlas itu bagaimana sih? Mengapa sangat sulit sekali rasanya untuk mengaplikasikannya di dalam seluruh aspek kehidupan ini? Apakah tiap kali lisan kita berlafal “ikhlas”, hati kita juga meng-iya-kan lisan kita? Banyak sekali pertanyaan yang saya lontarkan berkaitan dengan ikhlas ini. Mungkin langkah pertama yang harus kita ambil adalah, berusahalah jujur terlebih dahulu pada diri sendiri -inilah yang terus saya coba terapkan pada diri saya sendiri-.

Tentunya sobat semua sudah mengetahui hal ini. Keikhlasan itu akan dipertanyakan manakala kita dihadapkan dengan keadaan yang bertolak belakang dengan harapan kita. Misalnya kemiskinan, kesakitan, kenistaan, kejelekan, kemalangan, penolakan, kehilangan, dsb. Keadaan dimana sebenarnya sangat tidak kita harapkan hal itu terjadi. Bahkan kalau memungkinkan, kita sangat ingin untuk menolaknya. Hingga ada peribahasa begini, “andai saja waktu bisa diputar balik kembali”. Peribahasa itu ada benarnya juga. Memang, bila waktu bisa diputar balik kembali, tentu kita akan menghindari hal “jelek-jelek” dalam perjalanan hidup kita ini, dan hanya mengambil yang baik-baiknya saja. Dan memang itulah hakikat hidup manusia, cenderung menginginkan segala yang baik-baik saja. Dan kalau bisa, mungkin setiap manusia ingin bisa mengatur sendiri seluruh kehidupannya, jadi ia bisa terlepas dari segala hal yang jelek
-hayo ngaku… bener kan?:P-. Namun malang, tidak akan pernah ada manusia yang mampu menciptakan kehidupan sesuai yang ia inginkan, bahkan fir’aun sekali pun. Karena setiap apapun di dunia ini telah memiliki jalannya masing-masing dan telah ditentukan -oleh Allah azza wajala- jauh sebelum dunia ini tercipta.

Dan saya yakin, ketika kita dihadapkan pada keadaan yang sesuai dengan keinginan kita, maka keikhlasan ini tak perlu dipertanyakan lagi, sudah barang tentu semua orang akan ikhlas menerima segala hal yang sudah menjadi impian dan angan-angannya. Misalnya kemewahan, kecantikan, ketampanan, kekayaan, kesehatan, keberuntungan, dsb. Adakah diantara kita yang akan menolak semua ini? Semua pasti tau jawabannya.

Pernahkah sobat merasa kehilangan hal atau sesuatu yang sangat amat berharga bagi sobat sekalian? Kehilangan yang tidak akan pernah kembali lagi. Apapun kehilangan itu, pasti akan meninggalkan suatu perasaan perih dan membekas di hati masing-masing. Bahkan ada yang tak bisa hilang bekasnya untuk selamanya. Benarkah? Dan apakah sobat semua sudah berhasil untuk mengikhlaskan kehilangan itu?

Dalam terpekur, kadang saya bisa hanyut dalam keadaan yang sangat aneh. Tiba-tiba saja saya ingat dengan almarhum ayah saya yang begitu dekat dengan saya dan yang sangat saya sayangi. Ketika keadaan itu mulai merasuki hati saya dan membuat saya merasa sangat sedih, saya mencoba untuk melawannya. Saya katakana pada diri saya. Saya ikhlas! Ya. Saya sudah ikhlas menerima kehilangan ini Ya Rabb. Begitu pula bila saya teringat kembali kepada kehilangan-kehilangan yang lainnya. Saya pun melakukan hal yang sama, sebelum saya dikalahkan oleh perasaan sedih itu yang dapat membuat saya lemah dan menitikkan air mata. Namun apa yang terjadi? Seketika itu pula ada perasaan halus yang menyusup ke dalam hati dan membuat hati saya terasa amat perih. Ya Allah, mengapa begini? Apakah ini bisa dikatakan ikhlas? Atau…? Astaghfirullahalazhim…

“Ukhty… Ikhlas itu adalah sebuah akhir dari proses. Keputusan yang tulus untuk sebuah kebaikan. Ikhlas akan bernilai ibadah jika karena Allah. Ikhlas bukan berarti melupakan kenangan ataupun kehilangan itu, tapi ikhlas merupakan penerimaan”. Begitulah perkataan salah seorang ahkwat sahabat baik saya. Begitu dalam makna perkataannya. Dan sangat mencerahkan.

Bagaimana dengan sobat sekalian? Sekiranya sobat berkenan untuk membagi ilmu yang bisa membuat kita saling belajar dan menambah wawasan kita, silahkan ikat ilmu itu dengan menuliskannya dan meninggalkannya di sini (coment box). Karena, ilmu yang bermanfaat itu termasuk salah satu amal sholeh yang tidak akan putus pahalanya sampai ke akhirat pun kelak. Semoga Allah membalas kebaikan sobat sekalian. Amin…


19 komentar:

yanuar catur rastafara mengatakan...

ikhlas adalah sesuatu hal yang sulit untuk kita laksanakan
apalagi jika kita sedang dihadapkan dengan suatu masalah yang pelik
ikhlas akan semakin sulit bagi kita
meneurt q sich

negeri hijau mengatakan...

ikhlas adalah sejenis makanan lezat...
bukan ya?

jadi, ikhlas adalah rela tanpa menuntut balas

Anonim mengatakan...

"Ikhlaslah Hanya Karna Allah SWT"

bayunature mengatakan...

mudah2an ikhlas slalu menyertai sgl tindakan baik kita

Aldi mengatakan...

Sebenarnya ikhlas sangat ringan untuk kita laksanakan jika tanpa pamrih. Artinya kita menerima apa adanya segala sesuatu dengan melihat hikmahnya...

kucrit mengatakan...

kadangkala... Rasa ihlas akan timbul jika melakukan sesuatu dengan mata tertutup...

betewe postingannya kok hampir sama dengan punya saya ya mbak.. ?

salam kenal ya..

rachmat mengatakan...

ini versiku,
ikhlas itu hanya kita sama Rabb saja yang tahu, ikhlas itu beda dengan pasrah,
ikhlas juga bukan berarti tidak mengharapkan sesuatu,
ada sesuatu yang kuharapkan yakni ridho Allah,
mungkin kata yang hampir menggambarkan ikhlas yakni rela, kl menurutku ikhlas itu lillahi ta ala ,

Wallahu alam Bishawab.

HAPIA Mesir mengatakan...

ikhlas yg sobat maksdkan adalah ikhlas dalam menerima apa2 yg Allah tentukan bagi kita.....dan itu adalah wajib hukumnya....karena baik atau buruk yg menimpa kita.....itu semua dari Allah...dan Allah tidak akan menimpakan sesuatu kecuali terdapat banyak hikmah didalamnya....

dan juga....dalam keburukan ataw cobaan yg menimpa kita,,,,Allah tidak akan mengberikan atas kita kecuali sesuatu yg kita mampu....

Allah bersabda="Allah tidak membebani jiwa kecuali yg dia mampu."

bayi ngeBlog mengatakan...

Pernahkah sobat merasa kehilangan hal atau sesuatu yang sangat amat berharga bagi sobat sekalian?.. this words remind me when i've lost my baby persistancely a month ago. That time i really can't except that God took my baby so soon, n it make me a little bit go crazy. But, everyone remind me.. n that's how i know about ikhlas. Now life goes on.. and my blog was dedicated to my beloved son (the pic on my blog is him).. thx

Z.E Ferdi Fauzan Putra mengatakan...

aslm'kum...
sobahul khoir....
kaifa haaluk, ya ukhti....??

saya mampir di sini boleh kan?!
skalian blogwalking...

Ikhlas, hmm...
jd inget film 'kiamat sudah dekat' dulu...
yg wktu si Andre stinky nyari apa artinya ikhlas itu... hahaha, sampai ngambil papan nama mesjid 'ikhlas'.. ahahah,, kgn jg nonton film itu lagi..

emg susah ukhti, buat ikhlas itu ga gampang,
contohnya, wkt ujian kita udh susah2 belajar tp tmn kita nyonteknya sama kita. itu pertama. Yang kedua, pas kita tau nilai tmn kita itu rupanya lebih tinggi dr kita.
apa rasanya coba?
mw marah? ya.. sabar aja lah jadinya...

itu bisa mengajarkan kita jd ikhlas ga?

-salam kenal, aku follow blog ini ya... makasih...
apa? mw follow blog aku jg? oohh.. tentu saja boleh... hahahahah...-

oke? ditunggu kunjungan baliknya.

aslm'kum...

bippi mengatakan...

ikhlas itu bisa dibilang tanpa pamrih...
gak ada manusia yang bisa menilai keikhlasan sesorang kecuali Allah SWT.
mungkin kita bisa bilang ikhlas tapi hanya dibibir saja, belum tentu dihati kecil kita.
kita sebagai manusia hanya perlu mencoba, berikhtiar untuk ikhlas dan mendapatkan ridho Allah...

masbahak mengatakan...

ikhlas itu.. rela, jadi ketika sesuatu terjadi pada kita, apapun itu kita tetap rela, dan tersenym, meski sesuatu itu adalah bagian dari hidup kita, dan yakin bahwa apa yang kita alami pasti akan di balas ole Allah..

lam kenal ukht, ane suka orang yang suka nulis.. tukeran link dan saling share yuk...

HAPIA Mesir mengatakan...

maaf sob...sedikit ralat.....itu ayat al-qur-an.....jadi Allah berfirman.....maaf atas kesalahan tulisan.....

yuliani indri lestari mengatakan...

@yanuar catur rastafara :
betul sob, klo lg kesusahan lupa deh klo mesti ikhlas, hehe

@negeri hijau :
makanan yg sangat lezat ketika kita lg mngalami kebhgian, dan mkanan yg sgt tdk diinginkan bila kita mndapati kesusahan, hehe (ah ga boleh egois gtu ah, klo enk ya enak aja, huehuehue)

@anonim :
knp tdk mninggalkan identitas? tkut diburu ya? wkwkwk...

@bayunature :
amin

@aldi :
dan susahnya pun ada di koment anda itu, hehe

@kucrit :
ya ga 100% sama lah sob.. ni pnglman pribdi sy, dan sy kan bukan anda, jadi udh pasti ga sama, hehe

@rachmat :
trimkasih tlh berbagi ilmu :)

@hapia mesir :
sobat, rferensinya agk sdkit mmbingungkan sy :D

@bayingeblog :
spechless... tp sy ykin, anda org yg sngat kuat hngga Allah pun mnguji anda ddlm btas kmmpuan anda

@ z.e ferdi fauzan putra :
alaikumslm wr wb.. alhamdulillah bikhoir. syukron kunjungan dan komentnya. sgt brmnfaat dmi mnambah ilmu kita smua.

@bippi : sy akan meng-amin-i, hehehe...

@masbahak :
amin.. slm knal jg, sy udh psang linknya. :)

kutu buku mengatakan...

Ikhlas berarti tulus hati, berkoban tanpa menuntut balas, berhubungan dengan kehilangan.Imbangi dengan Bersyukur dengan apa yang sudah di dapat. Karena semua pasti ada Hikmahnya.

Ikhlas-kan apa yang sudah terjadi, perjuangkan apa yang belum terjadi. Karena Lahir dan Mati adalah takdir, selebihnya adalah pilihan hidup, dimana ada sebab pasti ada akibat.

goceng mengatakan...

susah lho tuk belajar ikhlas...
hanya orang2 tertentu yang dapat melaksanakannya...
kalau seperti kita...diluar ikhlas, tapi didalam sana terkadang ada rasa......

prayitno mengatakan...

aslm'kum...
sangat susah sebetulnya untuk kita mempunyai sifat ikhlas,karna kita hanyalah orang2 biasa,yang masih banyak salahnya...
seperti disaat kita memberi dengan tangan kanan,maka tangan kiri harus tidak tahu,..
tetapi,semoga saja kita bisa memiliki sifat yang mulia ini.Amien

habbats ramdhan mengatakan...

Terima Kasih sudah posting artikel yang bermanfaat. Semoga Sukses dan Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini
Madu
Habbatussauda
Jual Minyak Habbatussauda
Minyak Zaitun
Produk Habbats
Produk Herbal
Obat Herbal
Habbatussauda Dosis Tinggi
Habbats.co.id
Habbats
Aozora Shop Online
toko online
Jual Baju Anak
Jual Baju Bayi
Jual Baju Dewasa
Jual Sepatu Bayi
Jual Sepatu anak Anak
Jual Sepatu Dewasa
Jual Perlengkapan Bayi
Jual Perlengkapan Anak Anak
Jual Perlengkapan Dewasa
Tupperware
Tupperware Murah
Tupperware Update
Tupperware Bandung juara
Jual Tupperware
Katalog Tupperware
Jual Online Tupperware
Tupperware Resep
Tupperware katalog baru
Raja Tupperware Bandung
Collection Tupperware

habbats aozora mengatakan...

Thanks Bermanfaat Artikelnya, Insya Allah Sukses Selalu. Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini :
Toko Online HerbalKing Obat HerbalGudang Obat HerbalJual Obat HerbalJual HerbalJual Produk HerbalJual Herbal MurahHerbal BandungProduk HerbalHerbal HabbatsAozora Shop Onlinetoko onlineJual Baju AnakJual Baju BayiJual Baju DewasaJual Sepatu BayiJual Sepatu anak AnakJual Sepatu DewasaJual Perlengkapan BayiJual Perlengkapan Anak AnakJual Perlengkapan DewasaTupperwareTupperware MurahTupperware UpdateTupperware Bandung juaraJual TupperwareKatalog TupperwareJual Online TupperwareTupperware ResepTupperware katalog baruRaja Tupperware BandungCollection TupperwareMadu Anak SuperMadu Anak CerdasJual Madu Anak SuperPusat Jual Madu Anak SuperJual Madu SuperMadu Anak SuperJual Madu AnakToko Madu AnakAgen Madu Anak SuperDistributor Madu Anak Super

Posting Komentar

Sabar dalam bertindak, santun dalam berucap...