Kamis, 11 Juni 2009

Berbicara Dengan Nurani

Suatu pengalaman bagi saya ketika surfing internet, saat itu saya mampir di komunitas Yahoo! Answer. Rame sekali rupanya keadaan disitu. Ada yang melempar pertanyaan dan beberapa detik kemudian langsung ada yang menjawab pertanyaan tersebut baik dengan serius atau hanya iseng untuk nambah point saja. Hehehe… -saya pun juga gitu kalo lagi kumat isengnya :P-

Saya tersenyum sendiri melihat beberapa pertanyaan terbaru yang diluncurkan oleh beberapa kawan di room global, disitu semua orang bebas mengeluarkan apapun yang menjadi unek-unek mereka, tanpa malu-malu. Bebas bertanya apapun, dan yang lain pun akan menjawab sesuai ketahuan mereka tanpa menganggap orang yang bertanya itu lebih bodoh dari yang menjawab. Inilah yang membuat saya terkadang asyik mengikuti aktivitas mereka, karena tidak terdapat kesenjangan sosial dan lain sebagainya. Semuanya ingin berbagi ilmu. Ya. Kata-kata yang paling tepat adalah berbagi dan mencari ilmu.

Tapi saya agak terkejut ketika ingin ikut menjawab sebuah pertanyaan. Saya tidak memperhatikan bahwa kategori pertanyaan itu datang dari room agama dan kepercayaan, karena sang penanya hanya menulis subjek pertanyaannya dengan kalimat ini, ”adakah yang tau mengapa begini?”. Saya semakin penasaran, dan ketika saya klik pertanyaan itu, saya dapati si penanya mendeskripsikan secara singkat maksud dari pertanyaannya. Ternyata dia bertanya tentang, ”mengapa di room agama dan kepercayaan banyak sekali si penanya ataupun si penjawab melontarkan pertanyaan dan jawabannya dengan menggunakan huruf besar?” Ketika itu saya belum terlalu mengerti dengan maksud pertanyaannya. Sempat juga terlintas di benak saya, ”mungkin saja mereka sedang iseng, memangnya berdosa bila menulis dengan huruf besar semua?” hehehe...

Kemudian saya melakukan survey lebih jauh ke dalam room agama dan kepercayaan tadi. Dan ternyata…. Eng ing eng… Benar! Banyak sekali pertanyaan dan jawaban ditulis dengan menggunakan huruf besar dan kata-kata yang sangat amat tidak sopan atau bahkan melecehkan tentang agama dan kepercayaan itu. Sekarang saya baru benar-benar paham dengan pertanyaan di atas tadi. Ternyata itu merupakan pertanyaan yang berisi sindiran secara halus alias sinisme
-duh indri... lemot bgt sih :( telat bgt pahamnya :D-

Sekarang kita kembali kepada pertanyaan tadi. Menurut teman-teman semua, apa pernyataan yang sesuai untuk menjawab pertanyaan tadi? Kalo saya pribadi hanya menjawabnya dengan simple. Yaitu karena orang-orang tersebut diatas berbicara tidak dengan hati nurani, dan telah dikuasai oleh hawa nafsu. Padahal semestinya kita lah yang harus mampu mengendalikan hawa nafsu, bukan malah sebaliknya
-hawa nafsu yang mengendalikan kita-. Dan yang bisa mengendalikan hawa nafsu hanyalah keimanan seseorang. Memang sangat sulit sekali bila berbicara tentang pengendalian ini. Semakin tinggi tingkatan keimanan seseorang, maka akan semakin kuat dia menahan arus keras hawa nafsu yang berusaha membelokkan keimanannya. Lalu bagaimana dengan kita sekarang? Mari kita coba tanyakan kembali pada diri kita.

Setiap orang pasti memiliki sisi baik yang mendorong dirinya untuk berbuat kebajikan. Dan begitu juga sebaliknya. Ketika akal sehat telah mampu mengendalikan nafsu, maka ia akan cenderung berbuat kebaikan, namun bila nafsu yang telah memperbudak akal sehat, maka ia akan cenderung berbuat kemunkaran bahkan akan terus mengulanginya. Tampak dari ini semua, betapa pentingnya pengendalian diri itu.

Tentang perdebatan antar umat beragama mungkin telah menjadi persoalan yang umum dan sering terjadi. Sejauh yang saya lihat disitu hanyalah “perang dingin” (saling mencaci dan memperolok), mudah-mudahan saja tidak sampe “berdarah-darah”, hehehe… Tapi sebenarnya mengapa harus saling mengejek? Bukankah “bagimu agamamu dan bagiku agamaku”?

Nah sobat, menurut kalian gimana? Kalo ada pendapat lain, tolong dituliskan dibawah ya. Jazakumullahu khoiron…

32 komentar:

ria_adria mengatakan...

mereka yg menulis huruf besar2 dan kta2 yg tidak berkenan
hanyalah sekumpulan orang yang membutuhkan pencerahan

ikhwan mengatakan...

SEPERTI INI YA???, "Yaitu karena orang-orang tersebut diatas berbicara tidak dengan hati nurani, dan telah dikuasai oleh hawa nafsu".

Jawannya keliru ndri, karena kalau mau jawab dengan hati nurani, mesti ijin WIRANTO dulu (Partai Hanura = Hati Nurani) he he he.

KABUR AH, NTAR DI JITAK!!!!

gusti&hana mengatakan...

berdebat tentang agama tidak akan pernah mendapatkan titik temu yg di ingini

smua mengatakan ini baik dan itu yg paling baik...

tdk akan ada hbsnya jk berdebat tentang agama


lbh baik kita sebagai umat beragama menilai sendiri mn yg baik & mn yg hrs di jlni tnpa hrs bertanya ke sana ke mari, krn dgn bnyk bertanya akan semakin membuat kita bimbang, lht saja semua agama tidak pernah membolehkan umatnya saling membunuh, jadi menurut saya semua agama itu baik,tergantung kita yg menjalaninya mau di bw ke arah mana...

mungkin ini kalimat yg cocok dgn keadaan ini...
Berbahagialah Umat yg Tidak Melihat Namun Percaya dan Mau menjalaninya Dengan Hati Tanpa Terpaksa.

sukses selalu untuk anda...

J_Putra mengatakan...

Berbicara soal perbedaan agama... itu tidak akan ada habisnya... karna semua tokoh pasti menganggap agama dia yang slalu benar. dan smua itu tinggal kita yang memilihnya.

dan bicara soal nafsu wah ini yang berat.
karna kurang nya keimanan membuat orang2 hanya mengutamakan keinginan.akibat tekanan dari nafsu semua cara pasti di halalkan.maka itu kita harus hati2 dengan namanya nafsu. hehehe
tp banyk untungnya di kasi nafsu.

Ombung (^ ; ^)v mengatakan...

Dulu Ombung jg pernah aktif di Y/A tp skarang dah ga aktip gi lantaran bosen seh, isinya kebanyakan pada ribut tentang agama. sbtulnya agama tuh bukan untuk diperdebatkan tapi untuk dianut oleh umat yag meyakininya.

Oya! kalo ga keberatan juga, koment balik ya diposting Ombung yg terbaru.thx

yanuar catur rastafara mengatakan...

waduh,,maap nih sebelumnya,,
aq sebenarnya anti yang namanya SARA
tapi kalu bgini,,gmn yach??
agama dan kprcayaan kan dianut masing2 individu
sedang individu tersebut tak boleh memaksakan kehendak agama orang lain
seperti itulah
itupun menurut dari PPKn yang saya dapat dari sekolah dulu
hehehehehe

kha mengatakan...

mungkin yang jawabnya pake huruf gede2 itu lupa matiin caplock nya kali mba

Vicky mengatakan...

Wah kalau berbicara agama, sensitif nih...

Menurut pendapat saya:
Agama itu merupakan urusan pribadi masing2 orang.

Iman dan kepercayaan seseorang sehingga ia memeluk agama tertentu adalah urusan orang tersebut dengan Tuhan-nya.

Mengapa harus diperdebatkan...???

kang tatang mengatakan...

Nurani adalah panduan hidup umat manusia :)
jika kita kehilangan nurani = "Animal"

kangtatang

bippi mengatakan...

kalo ngebahas tentang agama, wah kynya ilmu gw kurang nie...
tp mnurut q instropeksi diri aja, hinaan itu biasa...
lebih baik jelek dimata orang lain dari pada jelek dihadapan Yang Kuasa

lagi usil mengatakan...

keren n dalem sekali jawabannya. tambahan pula, ego biasanya maen di sini. diskusi antar agama kalo tidak dilakukan hati2 cenderung menyinggung ego kita. kalo ego dah tersentuh, ya ntu tadi, maunya pake huruf besar ajah..

st_hart mengatakan...

diskusi antar agama sebenernya bagus bwt menambah wawasan dan membuka pikiran. cuman seringnya kalo ego dah maen, kita cenderung membandingkan dan mengulik perbedaan bukannya mencari persamaan dan titik temu. sayang...

poetra mengatakan...

sebenernye pngn komen sob,tp lg g konek,ntar ngasallg...jd mampir aja

yuliani indri lestari mengatakan...

@ seluruh sobat2 yg baik hati :
trims atas smua saran, pendapat dan komentnya. intinya hnya 1, kalian smua udh brpartisipasi dlm proses pmbangunan jiwa ke arah yg lebih baik. sangat tulus skali niat2 sobat ini. trimakasih. syukron. arigato. thanks. jazakumullahu khoiron :)

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Saya mendapat pencerahan di sore hari ini.

ziliwu mengatakan...

Wadu..h,saya klodisuruh komentar,rasanya ga ada yg bs saya komentarin (krn mang itubener).makasih aja.dah dpt wejangan

Inspirasi Ku mengatakan...

hai mbak.....

lg g' bisa koment ne! sorry ya....

del mengatakan...

Air beriak tanda tak dalam (dalem banget.whehehe....)
itu beda antara orang berilmu dan tidak.
yang pasti apapun latar belakang kita dengan ilmu kita bisa menempatkan diri pada porsinya masing2

kir31 mengatakan...

saya setuju apa yang disebutkan diatas kq,,

Aldi mengatakan...

Menurut saya, agama tidak perlu diperdebatkan. Agama diturunkan untuk menuntun penganutnya ke arah yang benar dan baik. Jadi kita perlu perdalam adalah keyakinan dan agama kita, bukannya mempelajari untuk mencari kelemahan lalu menghujat agama orang lain. Menurut saya, agama dan keyakinan saya adalah yang terbaik, bagi yang lain tentunya sama juga, bahwa agamanya dan keyakinannya adalah yang terbaik. Mari kita menghargai hal ini, dan memperdalam keimanan kita sendiri untuk diaplikasikan dikehidupan sehari-hari...

Qumfullboy mengatakan...

hhheee. mungkin orang-orang tersebut dah terpancing emosinya makanya dia nulis dengan HURUF BESAR semua (kalo yg kayak gitu biasanya dah marah-marah) pengen banget perkataannya dihargai....

HAPIA Mesir mengatakan...

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasalam- bersabda ="barang siapa yg beriman dengan Allah dan hari akhir maka berkatalah yg baik (atau jika tidak bisa) maka diamlah."

tak ada pilihan kedua selain hanya diam....apakah ada kata2 yg lain????!!!!

rae_zen mengatakan...

benulis judul dg hruf besar atau tidak itu bukan masalah.....hanyalah masalahnya adalah diperkataan atau pendapat yg dilontarkan....
hati nurani????hati nurani murni tunduk akan apa2 yg Allah tetapkan...tak pernah menyinggung....dan tak pernah merasa bahwa apa yg Allah lakukan adalah kurang.....

maha besar Allah dari perkataan orang2 yg tak mengetahui....

tito mengatakan...

wah dalem nih pembahasannya... hehe...
sebelumny salam kenal :)

menurut sy pribadi mungkin karena pemahaman agama-nya yang kurang menyebabkan saling melakukan caci maki.

Jika pemahaman agamanya kuat, hal itu mungkin tidak terjadi. Karena pst mereka lebih fokus dalam menjalankan ibadah, ngapain juga cape2 caci-maki. lebih baik disibukan untuk beribadah.

btw... partikelnya sangat menarik, good! :)

yuliani indri lestari mengatakan...

@ setiawan dirgantara :
sore hari ni emg cerah bgt sob :D

@ ziliwu :
btw wejangan apaan ya? wkwkwkwk

@ inspirasiku :
hai juga.. iya gpp, numpang lwat ya :D

@ del :
keren bgt perumpamaannya (sdkit narsis) hehehe... orang berilmu adlh orang yg mau trs mncari ilmu :)

@ kir31 :
diatas yg mna ya? diatasnya byk :P

@ aldi :
yup, bagimu agamamu dan bagiku agamaku :)

@ qumfull boy :
stuju...

@ hapian mesir & rae_zen :
perkataan seseorang yg sgt faham dan berilmu dalam, smoga sy berkesempatan bljar di bumi suci sana :)

@ tito :
slm kenal juga sob. iya bner, sbaiknya kita mmperbaiki diri sndiri dulu baru ngurusin org :)

*special thx to all of my friend that give me some coment. so worthly :)

alfi mengatakan...

Ketika Kita Bertanya ....,
Dan pertanyaan di jawab dengan berbagai pemikiran orang yang menjawab...,

Hafizu mengatakan...

ilmu ikhlas... hmm, gk segampang ngetiknya ^^

masbahak mengatakan...

budaya atau tata krama berdialog secara jantan, acuh tak acuh dengan yang lain, inilah yang ane pahami, ane tidak setuju dengan anda, tapi yang jelas menurut ane sebab itu semua karena budaya tadi budaya takut berdebat secara terbuka, ane yakin jika mereka semua orang yang taat dan tahu adab beragama pasti mereka aken dengan kerendahan hati mau membuka diri.... nice artikel, tapi artikelnya kok nggak ada sih.. kok cuma minta pendapat doank

Anonim mengatakan...

tapi bagaimana klu kk dihadapkan sebagai dit dengan kejadian yang dit alami...coba kk kasih komentar sedikit di postingandit yang pertama sekadar buat nyenangin hati dit degh

febriantoaditya.blogspot.com

kutu buku mengatakan...

Huruf besar tandanya emosi, marah dan yang pasti kurang bijak.

Masalah SARA termasuk Agama di dalamnya adalah masalah yang sensitif dan tidak akan pernah selesai di mana ada ego dan semua pasti membela kelompoknya masing2.

Mereka lupa bahwa kita semua Bersaudara, sama2 ciptaan Yang Esa serta lupa bahwa manusia adalah mahluk sosial, dimana memerlukan manusia lain untuk hidup.

Agama adalah suatu lembaga sebagai sarana untuk menyembah yang Esa dengan tata cara dan peraturannya masing2, sehingga erat dengan adat istiadat dan kebudayaan yang juga berbeda2. Yang Esa tidak pernah menciptakan agama, yang menciptakan agama adalah manusia dengan kemampuan pemahamannya yang berbeda-beda pula.

Jika bumi ini tempat tinggal kita satu2nya di serang Alien, pastilah kita baru bersatu dan meninggalkan masalah SARA ini.

habbats ramdhan mengatakan...

Terima Kasih sudah posting artikel yang bermanfaat. Semoga Sukses dan Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini
Madu
Habbatussauda
Jual Minyak Habbatussauda
Minyak Zaitun
Produk Habbats
Produk Herbal
Obat Herbal
Habbatussauda Dosis Tinggi
Habbats.co.id
Habbats
Aozora Shop Online
toko online
Jual Baju Anak
Jual Baju Bayi
Jual Baju Dewasa
Jual Sepatu Bayi
Jual Sepatu anak Anak
Jual Sepatu Dewasa
Jual Perlengkapan Bayi
Jual Perlengkapan Anak Anak
Jual Perlengkapan Dewasa
Tupperware
Tupperware Murah
Tupperware Update
Tupperware Bandung juara
Jual Tupperware
Katalog Tupperware
Jual Online Tupperware
Tupperware Resep
Tupperware katalog baru
Raja Tupperware Bandung
Collection Tupperware

habbats aozora mengatakan...

Thanks Bermanfaat Artikelnya, Insya Allah Sukses Selalu. Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini :
Toko Online HerbalKing Obat HerbalGudang Obat HerbalJual Obat HerbalJual HerbalJual Produk HerbalJual Herbal MurahHerbal BandungProduk HerbalHerbal HabbatsAozora Shop Onlinetoko onlineJual Baju AnakJual Baju BayiJual Baju DewasaJual Sepatu BayiJual Sepatu anak AnakJual Sepatu DewasaJual Perlengkapan BayiJual Perlengkapan Anak AnakJual Perlengkapan DewasaTupperwareTupperware MurahTupperware UpdateTupperware Bandung juaraJual TupperwareKatalog TupperwareJual Online TupperwareTupperware ResepTupperware katalog baruRaja Tupperware BandungCollection TupperwareMadu Anak SuperMadu Anak CerdasJual Madu Anak SuperPusat Jual Madu Anak SuperJual Madu SuperMadu Anak SuperJual Madu AnakToko Madu AnakAgen Madu Anak SuperDistributor Madu Anak Super

Posting Komentar

Sabar dalam bertindak, santun dalam berucap...